Museum Unik dan Ciamik di Kuta Bali


Kuta Bali selalu mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Ada banyak faktor pendukung yang jadi pertimbangan para pengunjung dan traveler memilih lokasi wisata di sini, Kalau saya pribadi, jika boleh meminjam lagu ciptaan Koes Plus berjudul “Kembali ke Jakarta” maka izinkan saya mengubah sedikit liriknya menjadi “ke Kuta Bali aku kan kembali” untuk bersenandung menikmati dan mensyukuri keindahan alam dengan lukisan indah panorama saat terbit matahari dan senja di saat petang menjelang. Selain itu, akses yang mudah dan nyaman untuk mencapai lokasi, sarana dan prasarana yang tersedia telah memudahkan pengunjung untuk menemukan hotel, restoran, pusat perbelanjaan yang dibutuhkan.

Kali ini saya ingin mengulik keindahan lain di sudut kota penuh pesona ini, bukan mengenai pesona pantai atau ngarainya melainkan bagian lain yang tak kalah penting dan menarik. Bali Shell Museum adalah salah satu keunikan yang bisa ditemukan di Kuta Bali. Museum tersebut merupakan satu-satunya museum kerang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang didirikan pada tahun 2009 oleh seorang kolektor asal Surabaya, Oentoeng Sutanto. Museum ini hadir membawa hawa segar, menawarkan pesona dan keanekaragaman jenis kerang dan fosil yang berusia ratusan juta tahun dari seluruh wilayah di dunia. Tentu saja pengalaman berkunjung kali ini akan sangat berkesan dan menyenangkan sekaligus menambah wawasan.

Bangunan dan arsitektur Bali Shell Museum terlihat sangat megah dan berbeda dari museum lainnya. Museum ini terdiri dari tiga lantai dengan desain bangunan yang sangat indah dan artistik, hal ini terlihat dari detail penataan ruang dan cahaya di setiap titik dan ruangannya serta penempatan setiap jenis kerang secara terperinci, tertata rapih dengan tetap memperhatikan nilai seni keindahan yang menurut saya sangat pas. Dan yang terpenting, ada unsur edukasi untuk menambah informasi bagi setiap pengunjung. Museum ini cukup lengkap menampilkan berbagai macam koleksi kerang dari seluruh dunia dari zaman yang berbeda.

Di bagian depan kita akan disambut dengan tulisan Bali Shell Museum dan Fantasea Bali. Kemudian pintu kaca besar dengan sisi kanan dan kiri dihiasi beberapa jenis kerang yang tertata rapih di etalase kaca sehingga dari luar dapat terlihat dengan jelas keindahan dari pemandangan tersebut. Sedangkan di bagian atas di luar bangunan itu juga dilengkapi dengan poster-poster bergambar kerang-kerang dan replika air laut dengan nuansa warna yang cukup cerah dan berukuran besar.

Jika menuju lantai pertama yang menjadi bagian tersendiri dari museum ini, kita akan melihat ruangan yang difungsikan sebagai artshop. Di lantai ini dijual berbagai macam kerang sebagai souvenir. Beberapa berupa kerang asli yang telah dibersihkan sehingga pas untuk dijadikan sebagai pemanis ruangan. Sebagian besar berukuran kecil dan sedang saja. Pencahayaan yang baik juga semakin membuat keindahan dan keunikan berbagai jenis kerang tersebut terlihat jelas. Kerang-kerang berjajar di etalase-etalase kaca dan beberapa di letakkan di meja-meja kecil dengan hiasan ukiran yang menarik. Di dinding lantai ini juga di pasang beberapa lukisan kerang yang cukup mencolok seolah menegaskan bahwa tempat ini benar-benar sebuah artshop dan museum kerang.


Sumber: Anythingbali

Berlanjut ke lantai dua dan tiga yang memang diperuntukkan untuk museum yang sesungguhnya. Di lantai dua Museum kerang ini kita akan disuguhkan tontonan menarik berupa film dokumenter tentang kehidupan kerang dan biota laut lainnya sehingga memberikan pengetahuan baru bagi kita mengenai keanekaragaman spesies dan biota laut yang unik. Setelah selesai menikmati film tersebut, kita bisa berkeliling melihat dan mengamati berbagai koleksi kerang dan beberapa fosil kerang dan binatang laut yang cukup beragam dari berbagai belahan dunia dengan nilai sejarah yang cukup kental. Ada yang berbentuk fosil dengan usia ratusan tahun, dan berukuran cukup besar. Ada juga jenis Cypraea Moneta, kerang yang dijadikan sebagai alat pembayaran sah pada zaman dahulu. 

Di lantai tiga kita juga akan menjumpai berbagai macam koleksi spesies kerang dan biota laut lainnya, hanya saja suasana penataan dan konsepnya sedikit berbeda dengan lantai dua karena lebih menonjolkan sisi artistiknya dibanding kan sejarahnya. Berbagai koleksi kerang dan biota laut tersedia lengkap hingga berjumlah ratusan bahkan ribuan dengan usia kerang yang beragam pula hingga ada yang mencapai ratusan tahun. Ukurannya pun sangat beragam, mulai dari yang amat kecil hingga kerang yang berukuran besar sekali dengan diameter mencapai puluhan bahkan ratusan centimeter seperti contoh, fosil kerang pipih raksasa Orthoceras yang telah berusia 395 tahun atau Crinions yang berdiameter 1.4 meter. Sungguh sebuah kekayaan dan keindahan alam dari sebuah kebesaran Tuhan.  


Sumber: Plusgoogle

Museum ini berlokasi di Jalan Sunset Road Kuta. Berjarak sekitar 12 km dari Kota Denpasar. Kita membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di lokasi ini jika kita berangkat dari bandara Ngurah Rai. Museum ini dibuka mulai pukul 09.00 sampai pukul 21.00 WITA dengan biaya tiket masuk sebesar Rp 50.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp 30.000 untuk anak-anak.

Di museum ini kita akan mendapatkan pengalaman lengkap dan ciamik tentunya, tentang sisi lain biota laut, sejarahnya dan keindahan bentuk dan rupa serta warna yang menjadi kekhasan biota laut di setiap masanya sehingga menambah syukur akan keindahan dari sang Pencipta segala karya. Sebuah wisata yang komplit dan bernilai plus yang wajib kamu kunjungi. 

Bagaimana? Ingin segera mengunjungi museum ini? Buat kamu yang dari luar kota atau jauh dari Kuta Bali, di sini ada banyak hotel murah tempat kamu menginap selama berwisata di Kuta Bali. Daftar lengkapnya kamu bisa lihat di Traveloka.
 

Related Posts:

0 Response to "Museum Unik dan Ciamik di Kuta Bali"

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan bertanya mengenai perjalanan kami, dengan senang hati kami akan menjelaskannya kepada Anda