Rute dan Transportasi menuju Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gethuk merupakan air terjun yang terletak di desa wisata Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia, air terjun ini berada di tepi sungai Oya. Air terjun Sri Getuk pada jaman dahulu sering disebut Air terjun Slempret, nama Slempret sendiri merupakan sebuah nama yang berasal dari sebuah legenda yang terkenal dikalangan warga desa wisata Bleberan


Rute yang dapat ditempuh untuk menuju Air Terjun Sri Gethuk :

Masuk ring road timur janti yogyakarta (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen) >> lurus saja sampai menemukan papan petunjuk menuju Air Terjun Sri Gethuk lalu belok kanan >> Kurang lebih 3 Km Anda sudah sampai di pintu gerbang pembayaran tiket Air Terjun Sri Gethuk.

Atau sebenarnya bisa lebih dekat dan dapat memotong satu jam perjalanan yaitu melewati JL. Imogiri Barat setelah perempatan besar kearah Wonosari (masih di ring road timur) Anda lurus terus sampai menemukan perempatan besar selanjutnya, setelah itu lanjut belok kiri dan ikuti jalan tersebut sampai menuju JL Koripan (jalannya agak menyulitkan bagi yang tidak terbiasa, karena naik turun dan berliku-liku, jadi berhati-hatilah) ikuti jalan tersebut sampai di pertigaan antara JL. Koripan dan JL. Dinglo Pathuk dan JL. Playen Dinglo lalu belok kanan ke arah JL. Playen Dinglo kurang lebih 8.4 Km Anda sudah sampai di Gerbang tiket Air Terjun Sri Gethuk.


Related Posts:

Air terjun Sri Gethuk Gunungkidul, Yogyakarta

Air terjun Sri Gethuk merupakan air terjun yang terletak di desa wisata Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia, air terjun ini berada di tepi sungai Oya. Air terjun Sri Getuk pada jaman dahulu sering disebut Air terjun Slempret, nama Slempret sendiri merupakan sebuah nama yang berasal dari sebuah legenda yang terkenal dikalangan warga desa wisata Bleberan, menurut warga sekitar air terjun ini merupakan tempat para jin berkumpul dengan pemimpinnya bernama Jin Anggo Menduro, dan mengapa dinamakan Getuk karena ditempat ini juga merupakan tempat penyimpanan alat musik Gethuk atau gamelan yang dimiliki oleh Jin Anggo Menduro. Air terjun Sri Gethuk ini berawal dari tiga sumber mata air yaitu Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul ketiga sumber mata air itu bersatu dan membentuk aliran air yang jatuh dari batuan tebing yang ada disana yang merupakan perbukitan karst khas daerah Gunungkidul.


Air terjun Sri Gethuk ini buka dari pukul 08:00WIB sampai 17:15WIB, tidak ada toleransi bagi para pengunjung yang nekat tetap ingin bertahan lama disana melewati jam yang disarankan konsekuensinya ya ditinggal, saya bertanya kepada petugas disana, kenapa hanya sampai pukul 17:15? mereka menjawab karena tidak adanya penerangan mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ya mungkin tempatnya masih angker kali ya ha..ha..ha.., ya pokoknya kalau kesini diikuti aturannya OK.

Di Air Terjun Sri Gethuk ini terdapat beberapa paket wisata yang ditawarkan seperti:

1. Body Rafting 

Yaitu menyusuri aliran sungai Oyo dengan menggunakan jaket keselamatan atau pelampung dengan ditemani oleh pemandu yang sudah berpengalaman. harga Rp 35.000 perorang

2. Flaying Fox

Yaitu merasakan sensasi meluncur diatas aliran sungai Oyo dengan jarak luncur sejauh 25 m, ya tentu saja ini kita harus reservasi dari jauh-jauh hari agar perlengkapan semuanya bisa dipersiapkan. harga Rp. 25.000 perorang

3. Canyoning

Yaitu suatu wahana yang menguji adrenlin kita untuk rapling, yaitu menuruni Air Terjun Sri Gethuk dari puncaknya sampai kebawah dengan menggunakan Tali, tentu saja dengan peralatan yang baik dan instruktur yang berpengalaman, ini juga harus reservasi dari jauh-jauh hari, harga Rp.125.000 perorang

*Nb: Harga diatas bisa berubah sewaktu-waktu jangan dijadikan patokan.

Ada hal yang unik jika kita berkunjung ke tempat ini, apabila Anda tidak ingin melakukan body rafting dan hanya ingin berfoto saja di area air tejun anda cukup menaiki perahu dengan membayar Rp. 10.000, nah uniknya disini perahunya merupakan perahu rakitan yang dibuat oleh warga yang mengelola tempat wisata ini, perahu tersebut terbuat dari drum bekas yang sudah tidak terpakai dan untuk penggerak perahu menggunakan mesin pemotong rumput sedangkan sebuah tongkat besi digunakan sebagai setir untuk mengarahkan perahu kekiri ataupun kekanan, luar biasa kreatif.

Seperti tempat wisata pada umumnya yang sudah diketahui oleh banyak orang dan pada akhirnya dikunjungi banyak orang Anda tidak akan kesulitan untuk menemukan makanan ataupun minuman diarea tempat wisata tersebut, sama halnya dengan di Sri Gethuk sudah banyak sekali warung-warung penjual makanan dan minuman, dan selalu yang menjadi kekawatiran saya adalah sampah, untunglah sampai disana apalagi diair terjunnya saya tidak menemukan sampah yang berserakan, berarti pengunjung sudah mulai sadar akan lingkungan, hanya saja kalau mau menyaksikan keindahan air terjun ini datanglah pada saat musim kemarau dan tidak pada saat liburan karena Anda akan sangat puas menikmati keindahan air terjun ini dengan warna air yang hijau kebiru-biruan dan puas menikmatinya sendirian atau bersama pasangan Anda, sehingga Anda tidak perlu berebutan dengan pengunjung lainnya untuk mengabadikan foto terbaik Anda disana.

Rute yang dapat ditempuh untuk menuju Air Terjun Sri Gethuk :

Masuk ring road timur janti yogyakarta (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen) >> lurus saja sampai menemukan papan petunjuk menuju Air Terjun Sri Gethuk lalu belok kanan >> Kurang lebih 3 Km Anda sudah sampai di pintu gerbang pembayaran tiket Air Terjun Sri Gethuk.



Semoga bisa menjadi refrensi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Air Terjun Sri Gethuk, slalu diingat ya jagalah kebersihan, Tuhan memberkati.




Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju Lawang Sewu Simpang Lima Semarang

Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti "seribu pintu", merupakan salah satu gedung bersejarah yang terdapat diindonesia dan terletak dikota Semarang, gedung tersebut jaman dahulu digunakan oleh NIS (
Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij ) untuk tempat kerja mereka, dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907, dan letaknya tepat di jantung kota Semarang yang sangat terkenal yaitu simpang lima.


Rute yang dapat Anda tempuh untuk mencapai Lawang Sewu seperti berikut:

Dari Jogjakarta :

Anda bisa melalui JL. Magelang menuju JL. Magelang - Purworejo >> menuju Muntilan >> Melewati Borobudur dan SMA Seminari Mertoyudan >> menuju JL. Raya Secang - Magelang >> menuju JL. Raya Magelang - Semarang >> melalui JL. Raya Semarang - Yogyakarta >> melalui JL. Raya Pringsurat >> melalui JL. Raya Pingit Pringsurat >> melalui JL. Raya Magelang - Semarang >>melalui JL. Raya Ambarawa - Magelang >> melalui JL. Sugio Pranoto >> setelah melewati Gua Maria Kerep Ambarawa lurus terus menuju Ungaran melalui Jalan Tol Bawen - Ungaran >> melalui jalan Tol Tembalang - Ungaran >>.melalui jalan Tol Seondol - Jatingaleh >> keluar pintu tol dan menuju JL. S. Parman >> ikuti jalan saja sampai menuju Simpang Lima Kota semarang >> Setelah sampai Simpang Lima maka Anda sudah sampai di Lawang Sewu.

Dari Jakarta :
Anda bisa menuju Jogja terlebih dahulu menggunakan kereta api atau bus lalu kemudian menggunakan Bus Jogja - Semarang dari terminal giwangan Jogja dan berhenti di terminal Banyumanik Semarang atau terminal Terboyo  dan lanjut menggunkan angkutan umum atau ojek menuju Simpang Lima Semarang, jika naik kendaran pribadi Anda bisa melalui tol Cipali - Palimanan >> Tegal >> Pekalongan >> Kendal >> Semarang >> Simpang Lima >> Lawang Sewu.


Related Posts:

Lawang Sewu Simpang Lima Semarang

Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti "seribu pintu", merupakan salah satu gedung bersejarah yang terdapat diindonesia dan terletak dikota Semarang, gedung tersebut jaman dahulu digunakan oleh NIS (
Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij ) untuk tempat kerja mereka, dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907, dan letaknya tepat di jantung kota Semarang yang sangat terkenal yaitu simpang lima. Masyarakat sekitar memberikan nama Lawang Sewu karena memiliki jumlah pintu yang sangat banyak, padahal sebenarnya bangunan ini sama sekali tidak memiliki pintu yang mencapai 1000 buah, karena bangunan ini memiliki jendela yang tinggi dan juga lebar dan berjumlah sangat banyak maka masyarakat sekitar menggapnya sebagai pintu atau dalam bahasa jawa (lawang), makannya pada akhirnya terkenal dengan nama Lawang Sewu.



Setelah kemerdekaan Indonesia bangunan ini digunakan oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) atau sekarang terkenalnya dengan nama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), memang banyak kisah mencekam yang sudah sangat melegenda dikalangan masyarakat Indonesia mengenai Lawang Sewu dan semuanya berbau mistis, banyak kisah-kisah orang yang berkunjung dan memiliki sensitifitas yang tinggi bisa merasakan keangkerannya, tentu saja karena ketika jaman penjajahan Belanda dan juga Jepang tempat ini digunakan untuk tempat penyiksaan para tawanan perang, banyak juga yang dibunuh dan arwahnya tidak tenang, banyak penjara-penjara bawah tanah yang sangat sempit untuk tempat para tawanan yang sangat tidak manusiawi, bayangkan dalam satu penjara kecil bisa dimasukan sampai puluhan tawanan, maka banyak yang mati dengan sendirinya tanpa adanya penyiksaan fisik, dan rata-rata mayatnya langsung dibuang kedalam selokan yang menuju ke panti dan akan terbawa sampai ke laut dan menghilang tanpa jejak. akan tetapi tetap saja bangunan ini menjadi salah satu tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi ketika Anda sampai di Semarang.


Rute yang dapat Anda tempuh untuk mencapai Lawang Sewu seperti berikut:

Dari Jogjakarta :

Anda bisa melalui JL. Magelang menuju JL. Magelang - Purworejo >> menuju Muntilan >> Melewati Borobudur dan SMA Seminari Mertoyudan >> menuju JL. Raya Secang - Magelang >> menuju JL. Raya Magelang - Semarang >> melalui JL. Raya Semarang - Yogyakarta >> melalui JL. Raya Pringsurat >> melalui JL. Raya Pingit Pringsurat >> melalui JL. Raya Magelang - Semarang >>melalui JL. Raya Ambarawa - Magelang >> melalui JL. Sugio Pranoto >> setelah melewati Gua Maria Kerep Ambarawa lurus terus menuju Ungaran melalui Jalan Tol Bawen - Ungaran >> melalui jalan Tol Tembalang - Ungaran >>.melalui jalan Tol Seondol - Jatingaleh >> keluar pintu tol dan menuju JL. S. Parman >> ikuti jalan saja sampai menuju Simpang Lima Kota semarang >> Setelah sampai Simpang Lima maka Anda sudah sampai di Lawang Sewu.

Dari Jakarta :
Anda bisa menuju Jogja terlebih dahulu menggunakan kereta api atau bus lalu kemudian menggunakan Bus Jogja - Semarang dari terminal giwangan Jogja dan berhenti di terminal Banyumanik Semarang atau terminal Terboyo  dan lanjut menggunkan angkutan umum atau ojek menuju Simpang Lima Semarang, jika naik kendaran pribadi Anda bisa melalui tol Cipali - Palimanan >> Tegal >> Pekalongan >> Kendal >> Semarang >> Simpang Lima >> Lawang Sewu.

Tiket masuk Lawang sewu sebesar Rp.10.000 untuk orang dewasa dan anak-anak sebesar Rp. 5000 (* harga sewaktu-waktu bisa berubah jangan dijadikan patokan), jam kunjung wisata dari jam 07:00 WIB sampai 21:00 WIB


Karena kami datang diluar jam wisata maka kami tidak diijinkan masuk lagi, oleh karena itu kami hanya melihat pemandangannya dari luar pagar, dimalam hari Lawang Sewu benar-benar menarik dan sangat elegan dibalut dengan lampu penerangan yang membut mata berdecak kagum, sangat cocok untuk para penggila fotografi, karena tidak dapat masuk dan mumpung kami berada di Simpang Lima Semarang maka kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengunjungi tugu yang sangat fenomenal yaitu Tuga Muda Semarang yang berdiri kokoh di tengah-tengah bundaran Simpang Lima semarang, monumen ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran lima hari di Semarang, monumen ini menggambarkan semangat juang dan rasa patriot pada warga semarang yang dengan gigih dan rela berkorban untuk berjuang melawan penjajah tanpa mengenal rasa takut untuk mati demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Saat ini Tugu Muda dijadikan taman kota yang penuh pengunjung ketika liburan ataupun dimalam hari, banyak anak-anak muda yang nongkrong sambil berbincang-bincang ditaman ini, terdapat keran air yang siap minum dan juga beberapa fasilitas lainnya akan tetapi sebagian ada yang rusak karena ulah tangan jahil. dari Tugu Muda kita bisa melihat berbagai macam bangunan Kuno disekitarnya dari Lawang Sewu, Gereja Katedral Semarang, Lalu kantor pemerintahan dan juga Kantor TNI. suasana dimalam hari sangatlah indah banyak warna yang muncul di monumen Tugu Muda karena adanya sorotan cahaya dari lampu RGB yang terletak di pinggir kolam, jadi sangat cocok untuk Anda berbincang-bincang dengan keluarga maupun dengan sahabat, bisa juga sih untuk pacaran ha..ha...

Semoga bisa menjadi bahan refrensi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Lawang Sewu atau Tugu Muda Semarang, tetap diingat jagalah selalu kebersihan, Tuhan memberkati






Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal terletak di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia, Pantai ini berdekatan dengan Pantai Indrayanti (Pulangsyawal) dan juga Pantai Siung, Pantai Pok Tunggal memiliki pemandangan yang indah dengan pasir putihnya ditambah dengan perbukitan karstnya yang menjulang disisi timur dan barat pantai ini.


Rute yang dapat Anda lewati untuk menuju Pantai Pok Tunggal:

Rute menuju kawasan Pantai wonosari, Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> setelah melewati Gua maria tritis lurus terus sampai ke pertigaan Mulo >> dari pertigaan Mulo lurus saja kearah Pantai Baron >> 1Km sebelum Pantai Baron ada pertigaan maka Anda belok kiri >> nanti Anda akan melewati Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandon, Sundak, Indrayanti, setelah itu baru Anda sampai di pantai Pok Tunggal.


Related Posts:

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Pok Tunggal terletak di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia, Pantai ini berdekatan dengan Pantai Indrayanti (Pulangsyawal) dan juga Pantai Siung, Pantai Pok Tunggal memiliki pemandangan yang indah dengan pasir putihnya ditambah dengan perbukitan karstnya yang menjulang disisi timur dan barat pantai ini. Nama Pok Tunggal sendiri berasal dari sebatang pohon langka yang tumbuh subur di pantai ini yaitu pohon duras, konon pohon ini sulit untuk tumbuh apalagi di pasir pantai, oleh karena itu oleh masyarakat sekitar pohon ini dirawat dengan sangat baik, karena terdapatnya satu pohon ini maka masyarakat sekitar memberikan nama pantai ini Pok Tunggal dalam bahasa Jawa yang berarti (Pohon Tunggal).



Ada hal unik yang dapat Anda temukan di pantai ini yaitu terdapatnya mata air tawar yang berasal dari sungai bawah tanah yang merupakan ciri khas di daerah perbukitan karst, dan merupakan sumber air bagi penduduk sekitar pantai, untuk dapat menikmati keindahan panti ini akan lebih cocok untuk mendaki bukit yang terletak disebelah barat pantai disana Anda akan menikmati pemandangan yang berbeda dari atas, banyak spot untuk foto dan juga selfie pastinya, disarankan untuk mengawasi anak-anak Anda ketika bermain di pantai ini karena semakin sore ombak akan semakin besar, kami sempat mendapat serangan ombak setinggi 2 m lebih dan menerjang sampai ke pasir pantai yang lebih dalam, seperti pantai-pantai lainnya disarankan untuk Anda yang ingin menikmati keindahan pantai ini datanglah pada saat bukan hari libur, jika hari libur Anda akan tau sendiri bagaimana keadaannya penuh dengan lautan manusia, saat kami kesana sudah mulai banyak tempat-tempat untuk berjualan makanan dan juga souvenir bahkan sudah mulai dibangun tempat penginapan, ya semoga tidak merusak keindahan pantai ini, akan tetapi mulai banyak tempat berjualan yang berdiri mendekati garis pasir pantai, mudah-mudahan pemerintah setempat mulai serius untuk membangun tempat wisata ini menjadi lebih baik dan tetap menjaga kelestarian alamnya.

Rute yang dapat Anda lewati untuk menuju Pantai Pok Tunggal:

Rute menuju kawasan Pantai wonosari, Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> setelah melewati Gua maria tritis lurus terus sampai ke pertigaan Mulo >> dari pertigaan Mulo lurus saja kearah Pantai Baron >> 1Km sebelum Pantai Baron ada pertigaan maka Anda belok kiri >> nanti Anda akan melewati Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandon, Sundak, Indrayanti, setelah itu baru Anda sampai di pantai Pok Tunggal.

Tiket yang harus dibayar merupakan tiket terusan untuk 2 orang sebesar Rp.19.000 (* Harga bisa berubah-ubah setiap waktu, jangan dijadikan patokan).


Untuk Parkir kendaraan Roda dua dikenakan tarif  Rp.2000 dan untuk Roda empat Rp.5000 (* Harga bisa berubah-ubah setiap waktu, jangan dijadikan patokan).



Semoga bisa menjadi refrensi untuk teman-teman sekalian yang ingin berkunjung ke Pantai Pok Tunggal, selalu diingat jagalah kebersihan, buanglah sampah pada tempatnya


Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju Panti Sundak Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Sundak terletak di Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarat, Indonesia. dan terletak di sepanjang jalan Pantai Selatan Jawa, dan berada di jejeran pantai-pantai yang terdapat di kawasan pantai wonosari, Gunungkidul, Yogyakart.


Rute yang dapat Anda lewati untuk menuju Pantai Sundak:

Rute menuju kawasan Pantai wonosari, Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> setelah melewati Gua maria tritis lurus terus sampai ke pertigaan Mulo >> dari pertigaan Mulo lurus saja kearah Pantai Baron >> 1Km sebelum Pantai Baron ada pertigaan maka Anda belok kiri >> nanti Anda akan melewati Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandong setelah itu baru Anda akan sampai di Pantai Sundak.


Related Posts:

Pantai Sundak Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Sundak terletak di Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarat, Indonesia. Pantai sundak pada awalnya bernama Pantai Wedibedah (pasir yang terbelah) karena pada saat musim hujan tiba, sering muncul air yang membelah pasir pantai dari daratan menuju kelaut sehingga membentuk sungai kecil. namun pada tahun 1976 ada suatu kejadian yang menarik yang pada akhirnya membuat perubahan pada nama pantai tersebut yaitu terdapatnya perkelahian antara anjing dan landak laut yang terjadi didalam gua karang yang terletak dekat dengan pantai, akhirnya perkelahian tersebut dimenangkan oleh anjing dan landak laut berhasil dimakannya, ketika pemilik anjing tersebut datang dan melihat anjing tersebut telah memakan si landak laut sejak saat itu pantai tersebut di namakan Pantai Sundak yang berasal dari kata Asu (anjing) dan Landak.


Pantai Sundak menyajikan keindahan alam yang luar biasa asalkan Anda berkunjungnya tidak pada saat musim liburan, jika pada saat musim liburan maka pantai ini akan penuh sesak dengan pengunjung dan Anda tau sendiri bagaimana rasanya datang kepantai pada saat banyak sekali pengunjung yang berdatangan, garis pantai yang terdapat di Pantai Sundak sangat pendek jika dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Jogja, sehingga Anda dapat berjalan kaki untuk menuju ke batas akhir pasir pantai. Di pantai ini Anda akan menemukan bukit karang yang menjulang dengan indah, dan tentu saja ombak di pantai ini lumayan besar jadi perhatikan anak-anak yang ingin bermain air disini, ada papan peringatan untuk tidak mendekati bukit karang tersebut karena rawan longsor dan juga tidak boleh berenang disekitaran area bukit karang mungkin terdapat cekungan yang dalam. Seperti tempat wisata pantai lainnya ketika sudah terkenal maka tak bisa lepas dari namanya warung dan juga tempat sofenir, beruntung tidak ada orang yang berjualan di pinggir pantai atau bahkan sampai masuk kepasir pantai. Di pantai ini Anda dapat berjemur dan juga menikmati keindahan air laut, momen terbaik adalah dimalam hari sambil menikmati angin anda juga bisa memesan ikan bakar tapi harus diingat tetap jaga kebersihan.

Rute yang dapat Anda lewati untuk menuju Pantai Sundak:

Rute menuju kawasan Pantai wonosari, Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> setelah melewati Gua maria tritis lurus terus sampai ke pertigaan Mulo >> dari pertigaan Mulo lurus saja kearah Pantai Baron >> 1Km sebelum Pantai Baron ada pertigaan maka Anda belok kiri >> nanti Anda akan melewati Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandong setelah itu baru Anda akan sampai di Pantai Sundak.

Tiket yang harus dibayar merupakan tiket terusan untuk 2 orang sebesar Rp.19.000 (* Harga bisa berubah-ubah setiap waktu, jangan dijadikan patokan).

Untuk Parkir kendaraan Roda dua dikenakan tarif  Rp.2000 dan untuk Roda empat Rp.5000 (* Harga bisa berubah-ubah setiap waktu, jangan dijadikan patokan).



Semoga bisa menjadi refrensi teman-teman yang ingin berkunjung ke Pantai Sundak, selalu diingat jagalah kebersihan, Tuhan memberkati

Related Posts:

Rute dan Trasnportasi menuju Gua Maria Kerep Ambarawa

Gua Maria Kerep Ambarawa merupakan salah satu pelopor berdirinya Gua Maria yang terdapat di pulau Jawa, setelah Gua Maria Sendangsono dan Gua Maria Sriningsih, Gua Maria Kerep didirikan pertama kali pada tahun 1954 lahir dengan sejarah yang sangat sederhana bahkan tanpa ada peristiwa penampakan sama sekali. Secara administratif Gua Maria Kerep ini terletak di Jl. Tentara Pelajar, Kerep. Kelurahan Panjang. Kecamatan Ambarawa, Jawa Tengah 50614, Telepon: (0298) 592085, rute yang dapat Anda tempuh:

 

Dari Jogjakarta :

Anda bisa melalui JL. Magelang menuju JL. Magelang - Purworejo >> menuju Muntilan >> Melewati Borobudur dan SMA Seminari Mertoyudan >> menuju JL. Raya Secang - Magelang >> menuju JL. Raya Magelang - Semarang >> melalui JL. Raya Semarang - Yogyakarta >> melalui JL. Raya Pringsurat >> melalui JL. Raya Pingit Pringsurat >> melalui JL. Raya Magelang - Semarang >>melalui JL. Raya Ambarawa - Magelang >> melalui JL. Sugio Pranoto >> setelah melihat SD Pangudi Luhur Ambarawa Anda dapat melihat papan petunjuk bertuliskan Gua Maria Kerep Ambarawa, dan Anda dapat masuk sejauh 900 m kearah utara dan Anda akan samapi di pintu masuk Gua Maria Kerep.

Dari Jakarta :
Anda bisa menuju Jogja terlebih dahulu menggunakan kereta api atau bus lalu kemudian menggunakan Bus Jogja - Semarang dari terminal giwangan Jogja dan berhenti persisi didepan SD Pangudi Luhur Ambara kemudian Anda bisa naik ojeg untuk menuju ke pintu masuk Gua Maria Kerep, jika naik kendaran pribadi Anda bisa melalui tol Cipali - Palimanan >> Tegal >> Pekalongan >> Kendal >> Semarang >> Ungaran >> bawen >> Ambarawa >>  setelah melihat SD Pangudi Luhur Ambarawa Anda dapat melihat papan petunjuk bertuliskan Gua Maria Kerep Ambarawa, dan Anda dapat masuk sejauh 900 m kearah utara dan Anda akan samapi di pintu masuk Gua Maria Kerep.

Di Gua Maria ini selain berdoa devosi kepada Bunda Maria dan juga melakukan rosario, Anda juga bisa melakukan ibadat doa Jalan Salin untuk dapat merasakan sengsara Yesus saat perjalanannya menuju penyaliban untuk menebus dosa manusia, doa jalan salib dimulai dari Pasturan Paroki St. Yusup Ambara sebagai pemberhentian pertama kemudian Anda akan dibawa menuju pemberhentian selanjutnya sampai akhir pemberhentian dengan menyusuri persawahan, rumah penduduk, dan ladang dengan total jarak 1,2 Km.

Related Posts:

Gua Maria Kerep Ambarawa

Gua Maria Kerep Ambarawa merupakan salah satu pelopor berdirinya Gua Maria yang terdapat di pulau Jawa, setelah Gua Maria Sendangsono dan Gua Maria Sriningsih, Gua Maria Kerep didirikan pertama kali pada tahun 1954 lahir dengan sejarah yang sangat sederhana bahkan tanpa ada peristiwa penampakan sama sekali, Gua Maria Kerep lahir berkat campur tangan dari seseorang warga negara Belanda yang bertugas sebagai pengelola kebun di Ambarawa dan dengan iklas mempersembahkan tanahnya beserta rumahnya untuk kemajuan Gereja, oleh Gereja tanah beserta rumahnya diberikan kepada Kongregasi Bruder Para Rasul dan Kongregasi tersebut didirikan oleh monsinyur pribumi pertama Indonesia yaitu Mgr. Soegijapranata.



Secara administratif Gua Maria Kerep ini terletak di Jl. Tentara Pelajar, Kerep. Kelurahan Panjang. Kecamatan Ambarawa, Jawa Tengah 50614, Telepon: (0298) 592085, rute yang dapat Anda tempuh:

Dari Jogjakarta :

Anda bisa melalui JL. Magelang menuju JL. Magelang - Purworejo >> menuju Muntilan >> Melewati Borobudur dan SMA Seminari Mertoyudan >> menuju JL. Raya Secang - Magelang >> menuju JL. Raya Magelang - Semarang >> melalui JL. Raya Semarang - Yogyakarta >> melalui JL. Raya Pringsurat >> melalui JL. Raya Pingit Pringsurat >> melalui JL. Raya Magelang - Semarang >>melalui JL. Raya Ambarawa - Magelang >> melalui JL. Sugio Pranoto >> setelah melihat SD Pangudi Luhur Ambarawa Anda dapat melihat papan petunjuk bertuliskan Gua Maria Kerep Ambarawa, dan Anda dapat masuk sejauh 900 m kearah utara dan Anda akan samapi di pintu masuk Gua Maria Kerep.

Dari Jakarta :
Anda bisa menuju Jogja terlebih dahulu menggunakan kereta api atau bus lalu kemudian menggunakan Bus Jogja - Semarang dari terminal giwangan Jogja dan berhenti persisi didepan SD Pangudi Luhur Ambara kemudian Anda bisa naik ojeg untuk menuju ke pintu masuk Gua Maria Kerep, jika naik kendaran pribadi Anda bisa melalui tol Cipali - Palimanan >> Tegal >> Pekalongan >> Kendal >> Semarang >> Ungaran >> bawen >> Ambarawa >>  setelah melihat SD Pangudi Luhur Ambarawa Anda dapat melihat papan petunjuk bertuliskan Gua Maria Kerep Ambarawa, dan Anda dapat masuk sejauh 900 m kearah utara dan Anda akan samapi di pintu masuk Gua Maria Kerep

Di Gua Maria ini selain berdoa devosi kepada Bunda Maria dan juga melakukan rosario, Anda juga bisa melakukan ibadat doa Jalan Salin untuk dapat merasakan sengsara Yesus saat perjalanannya menuju penyaliban untuk menebus dosa manusia, doa jalan salib dimulai dari Pasturan Paroki St. Yusup Ambara sebagai pemberhentian pertama kemudian Anda akan dibawa menuju pemberhentian selanjutnya sampai akhir pemberhentian dengan menyusuri persawahan, rumah penduduk, dan ladang dengan total jarak 1,2 Km.

Dan pada tahun 2015 di Gua Maria Kerep Ambarawa berdiri patung Bunda Maria tertinggi di dunia yang diresmikan dan diberkati oleh Almh. Mgr. Johhanes Pujasumarta, patung Bunda Maria Assumpta tersebut memiliki tinggi 42m dan dibuat oleh seniman patung yang berasal dari Ambarawa, dan menjadi icon baru bagi para peziarah, banyak sekali pada peziarah yang ingin mengabadikannya dengan berfoto dibawah patung tersebut bahkan sampai rela berhujan-hujanan. Pada kepala patung Bunda Maria terdapat replika tujuh pancaran sinar yang menggambarkan Sapta duka Bunda Maria, dan Patung Bunda Maria Assumpta ini menghadap ketimur menghadap matahari terbit yang menandakan bahwa Bunda Maria menyinari semua orang baik jahat maupun baik.



Semoga bisa menjadi refrensi untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke Gua Maria Kerep Ambarawa, semoga semua permohonan teman-teman bisa terkabul, Tuhan memberkati. dan tetap harus selalu diingat jaga selalu kebersihan

Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis terletak di deretan perbukitan karst Gunungkidul dan merupakan pusat peziarahan umat katolik baik dari dalam jogja maupun diluar jogja, dinamakan tritis karena terdapat air yang menetes dalam bahasa jawa (tumaritis) dari stalaktit yang terdapat di langit-langit gua.


Gua Maria Tritis terletak di Jl. Sapto Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55871, No telpon (0274) 391063 untuk dapat menuju kesana anda dapat menggunakan jalur seperti dibawah ini:

Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> dan dari pertigaan tersebut kurang lebih 2Km anda sudah sampai di Gua maria tritis (lihat papan petunjuk).

sampai saat ini saya masih kesulitan jika berkunjung kesana dengan menggunakan kendaraan umum, karena memang sampai terakhir kesana saya tidak melihat adanya angkutan umum yang menuju kesana, sehingga akan lebih mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa seperti motor atau mobil, untuk masalah kondisi jalan menuju kesana jangan kawatir jalan sudah teraspal sangat baik. 





Related Posts:

Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis terletak di deretan perbukitan karst Gunungkidul dan merupakan pusat peziarahan umat katolik baik dari dalam jogja maupun diluar jogja, dinamakan tritis karena terdapat air yang menetes dalam bahasa jawa (tumaritis) dari stalaktit yang terdapat di langit-langit gua. Pada awalnya sebelum dijadikan tempat perziarahan tempat tersebut merupakan tempat yang angker dan tidak banyak orang yang berani untuk mendatanginya, karena terkenal akan keangkerannya banyak pangeran dari kerajaan mataram yang melakukan semedi ditempat tersebut. Gua ini mulai terkenal pada tahun 1974 oleh umat katolik karena pada tahun tersebut perayaan natal pertama kali dilakukan di gua tritis dan sejak saat itu gua tersebut diberi nama Gua Maria Tritis dan menjadi pusat peziarahan bagi umat katolik.

Gua Maria Tritis ini terbentuk secara alami oleh alam dengan ornamen-ornamen yang khas yaitu stalaktit dan stalagmit sehingga ketika anda mengunjungi tempat ini maka anda serasa seperti didalam gua, didalam gua ini anda dapat berdevosi kepada Bunda Maria, melakukan rosario dan memohon suatu permintaan, walaupun Gua Maria Tritis ini tidak memiliki sendang seperti Gua Maria lainnya namun anda tetap bisa membawa pulang air berkat yang dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, penyakit badan maupun penyakit hati karena anda akan mendapatkan air yang terdapat didalam kolam penampungan air yang berasal dari tetesan air stalaktit. mengapa begitu?karena air tersebut langsung tercipta secara alami dan merupakan karya agung dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga air merupakan suatu simbol yang melambangkan suatu berkat Sang Pencipta yang turun kepada umatnya dan air merupakan suatu simbol kehidupan dan merupakan pemberian Tuhan yang harus diterima apa adanya.

Sebagai tempat ziarah tentu saja Gua Maria Tritis dilengkapi juga dengan rute jalan salibnya dengan jarak kurang lebih 1.5 km dengan 14 pemberhentian, dengan jalan yang mendaki akan membuat suasana jalan salib seperti benar-benar terasa dibukit golgota, karena selain mendaki anda harus melalui jalan berbatu, terjal, dan berliku-liku diatas perbukitan kapur yang tandus dan kering, 

Gua Maria Tritis terletak di Jl. Sapto Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55871, No telpon (0274) 391063 untuk dapat menuju kesana anda dapat menggunakan jalur seperti dibawah ini:

Masuk ring road timur janti (fly over Janti) anda lurus terus sampai menemukan papan petunjuk kearah wonosari setelah menemukan papan petunjuk arah wonosari maka anda belok kiri (kalau tidak salah perempatan kedua setelah fly over Janti) ikuti saja terus jalur (jalan Yogyakarta-Wonosari) >> setelah anda sampai dipertigaan gading belok kanan menuju kecamatan playen (jalan Tumpak Playen)>> setelah anda menemukan pertigaan pertama anda belok kanan sedikit lalu belok kiri menuju paliyan (jalan Playen-Palian) >> setelah itu ikuti jalur tersebut menuju pasar trowono (jalan Palian-Panggang) >> ketika anda sudah sampai pada pertigaan (jalan Pantai Selatan jawa) maka anda blok ke kanan menuju daerah singkil >> dan dari pertigaan tersebut kurang lebih 2Km anda sudah sampai di Gua maria tritis (lihat papan petunjuk).

sampai saat ini saya masih kesulitan jika berkunjung kesana dengan menggunakan kendaraan umum, karena memang sampai terakhir kesana saya tidak melihat adanya angkutan umum yang menuju kesana, sehingga akan lebih mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa seperti motor atau mobil, untuk masalah kondisi jalan menuju kesana jangan kawatir jalan sudah teraspal sangat baik. 

akan tetapi masih banyak hal yang harus diperbaiki oleh pengelola Gua Maria Tritis ini perlu ditambahkannya tempat sampah, mungkin lampu penerangan jalan, papan petunjuk arah untuk jalan salib ataupun menuju ke Gua Maria nya, saya kurang begitu paham sebenarnya ada bekas cor-coran papan pertunjuk jalan dan sepertinya sudah sengaja dipotong atau entahlah karena secara pribadi saya risih juga dengan banyaknya orang yang tidak diminta tapi tau-tau mengikuti jalan kita dengan membawa payung dan menunjukan jalan menuju ke arah gua dan ujung-ujungnya meminta uang, saya rasa akan lebih baik orang-orang tersebut diberdayakan dengan menjual sovenir atau makanan dan minuman, sehingga mereka juga mendapatkan rejeki yang layak dari para pengunjung Gua Maria Tritis, ditambah dengan adanya ibu-ibu yang mendoakan seseorang dengan menjabat tangannya dan setelah doa berakhir ujung-ujungnya juga uang (gimana gitu rasanya mencari uang dengan jasa mendoakan orang lain), mudah mudahan kedepan Gua Maria Tritis lebih baik dengan beberapa perubahan, dan semakin banyak orang yang berkunjung kesana untuk berziarah.




Semoga dapat menjadi refrensi untuk anda yang hendak berkunjung ke Gua Maria Tritis, tetap jaga kebersihan Tuhan memberkati.

Related Posts: