Rute dan Transportasi menuju curug Sanghyang Heuleut

Curug Sanghyang Heuleut terletak di Rajamandala Kulon, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, dekat dengan padalarang dan juga terletak di area PLTA Saguling, untuk dapat menuju curug Sanghyang Heuleut akanlebih mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, karena untuk  masuk kedalam objek wisata tersebut tidak terdapat angkutan umum, dan jarak dari jalan raya lumayan cukup jauh.


berduakelilingindonesia

Rute yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi:

Dari Bandung: (menggunakan sepeda motor)

Bandung >> Cimahi >> Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Dari Bandung: (menggunakan mobil)

Bandung >> Masuk pintu Tol Pasteur >> Keluar pintu tol Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Dari Jakarta: (menggunakan mobil)

Jakarta >> Masuk pintu Tol terdekat dari rumah Anda >> Masuk tol Cipularang >> Keluar pintu tol Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Rute yang dapat ditempuh dengan kendaraan umum:

Dari Bandung:

Naik Damri menuju terminal Leuwi Panjang >> Naik Bus Jurusan Bandung-Sukabumi >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug. 

Naik Travel Siliwangi trans dari mall Balubur Bandung  >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug. 

Dari Jakarta:

Naik Bus dari terminal terdekat dikota Anda menuju terminal Leuwi Panjang Bandung >> Naik Bus Jurusan Bandung-Sukabumi >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug.



Related Posts:

Curug Sanghyang Heuleut

Curug Sanghyang Heuleut merupakan destinasi kami selanjutnya dibulan desember 2015 ini, kami sangat tertarik mengunjungi curug ini karena kisah legendanya yang menarik bahwa di curug ini konon katanya para bidadari dari kayangan sering berkunjung dan mandi disana, jika diartikan Sanghyang Heuleut merupakan "tempat suci" (Sanghyang) dan "selang antara dua waktu" (Heuleut) ya mungkin dinamakan demikian karena tempat tersebut sering dikunjungi oleh bidadari dari kayangan yang memiliki waktu yang berbeda dari dunia manusia.



warga disekitaran curug mempercayai bahwa bidadari tersebut turun dengan menggunakan pelangi yang sangat indah warnanya, dan konon juga ditempat ini merupakan tempat dimana Dayang sumbi yang merupakan ibu dari Sangkuriang mengambil air minum, mandi dan juga mencuci.

curug Sanghyang Heuleut terletak di Rajamandala Kulon, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, dekat dengan padalarang dan juga terletak di area PLTA Saguling, untuk dapat menuju curug Sanghyang Heuleut akanlebih mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, karena untuk  masuk kedalam objek wisata tersebut tidak terdapat angkutan umum, dan jarak dari jalan raya lumayan cukup jauh.

Rute yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi:

Dari Bandung: (menggunakan sepeda motor)

Bandung >> Cimahi >> Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Dari Bandung: (menggunakan mobil)

Bandung >> Masuk pintu Tol Pasteur >> Keluar pintu tol Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Dari Jakarta: (menggunakan mobil)

Jakarta >> Masuk pintu Tol terdekat dari rumah Anda >> Masuk tol Cipularang >> Keluar pintu tol Padalarang >> Cipatat >> masuk PLTA Saguling >> curug Sanghyang Heuleut

Rute yang dapat ditempuh dengan kendaraan umum:

Dari Bandung:

Naik Damri menuju terminal Leuwi Panjang >> Naik Bus Jurusan Bandung-Sukabumi >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug. 

Naik Travel Siliwangi trans dari mall Balubur Bandung  >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug. 

Dari Jakarta:

Naik Bus dari terminal terdekat dikota Anda menuju terminal Leuwi Panjang Bandung >> Naik Bus Jurusan Bandung-Sukabumi >> Turun di pintu masuk PLTA Saguling >> Naik Ojek untuk sampai ke tempat awal keberangkatan menuju curug.

kami putuskan untuk menggunakan motor kami berangkat pagi-pagi sekali untuk menghindari hujan, karena kami mengunjungi curug ini bertepatan dengan musim hujan. kami berangkat dari Bandung menuju cimahi lalu lanjut menuju Padalarang dan akhirnya kami sampai di gerbang masuk PLTA Saguling tepat di kiri jalan raya.



kami masuk dari gerbang PLTA Saguling kurang lebih 3 - 4 Km menuju titik pemberhentian kendaraan yang akan menuju ke curug.
ketika Anda menjumpai petunjuk arah pertama maka Anda disarankan untuk lurus saja sampai menemukan petunjuk arah yang kedua, jangan kaget Anda akan melewati pos penjagaan, tidak perlu meminta ijin langsung lewat saja tidak apa-apa.


Petunjuk Jalan yang pertama

setelah Anda melewati pos penjagaan maka kurang lebih 1-2 Km Anda akan menemukan petunjuk jalan yang kedua dan yang harus Anda lakukan adalah belok kanan sampai menemukan kantor PLTA Saguling.


Petunjuk jalan yang kedua


Kantor PLTA Saguling

Dari kantor tersebut Anda tinggal mengikuti jalanan yang ada untuk sampai menuju ke titik pemberhentian dimana semua kendaraan akan diparkir disana.


Tempat parkir

kami parkirkan kendaraan dan ternyata terdapat Guide yang akan membimbing kami menuju curug, bagi yang baru pertama kali berkunjung ke curug Sanghyang Heuleut disarankan untuk menyewa Guide karena dua hari sebelum kami berkunjung kesana ada dua orang yang hilang dan baru berhasil ditemukan keesokan harinya. harga yang ditawarkanpun tidak terlalu mahal cukup Rp 20.000 per orang, akan tetapi jika Anda berkelompok bisa turun menjadi Rp 10.000 per orang. setelah itu kami dipandu oleh Guide menuju curug, ketika saya tanya berapa jarak yang harus kami tempuh, dan pada akhirnya saya pun kaget mendengarnya kami harus berjalan kaki sejauh 5 Km berarti PP kami akan menempuh jarak 10 Km dengan berjalan kaki. banyak hal menarik sepanjang perjalanan kami menuju curug karena kami harus melewati penjagaan dari security PLTA dan mau tidak mau karena kami berada didaerah tertutup maka kami tas kami harus diperiksa dan juga kami harus melewati pipa aliran air yang digunakan untuk menggerakan turbin PLTA dengan sudut kemiringan yang extrime pokoknya baru memulai saja adrenalin kami sudah diuji.







dan yang tak kalah extrimenya sepanjang perjalan kami harus melewati jalan setapak kecil didalam hutan lalu kami harus menyebarangi sungai sampai empat kali dan mau tidak mau ya harus berbasah basahan, tapi disini adalah hal yang menarik, bisa saya lihat disini pada akhirnya walaupun kami tidak kenal satu dengan yang lain akan tetapi rasa tolong menolong sangat tinggi dan yang paling penting kekuatan untuk bertahan dalam menghadapi masalah kita diuji seberapa tangguhkah kita. saya sarankan untuk kesini persiapkanlah kondisi badan Anda, lalu gunakan tas yang anti air untuk menimpan semua perlengkapan elektronik Anda, gunakan sepatu atau sandal gunung, dan bawalah baju dan celana ganti, karena medan yang akan Anda hadapi memang lumayan berat.









Bisa Anda lihat dari foto yang sudah saya tampilkan disana bukan medan yang mudah untuk mencapai curug, memang untuk mendapatkan tempat yang masih alami harus bersusah payah terlebih dahulu dan pastikan Anda membawa perlengkapan makanan kecil dan minuman yang cukup karena perjalan Anda cukup jauh. setelah dua jam lebih kami berjalan kaki, kami sampai ditempat dimana konon bidadari sering berkunjung untuk mandi disini. dan memang tempatnya bagus akan tetapi sayang sekali kami berkunjun pada saat musim hujan sehingga warna airnya coklat dan banyak sampah dari ranting-ranting dan dedaunan, apabila Anda berkunjung kesini disaat musim kemarau maka Anda akan melihat betapa bagusnya pemandangan yang ada di sana dengan air yang berwarna hijau dan biru.




akan tetapi kami belum sampai di curug Sanghyang Heuleut kami baru sampai didanau dimana konon merupakan tempat bidadari dari kayangan sering berkunjung, menurut Guide kami untuk sampai ke curug masih memakan waktu empat jam dari tempat kami foto berdua, maka kami putuskan untuk tidak lanjut karena tidak memungkinkan waktunya, disamping itu juga kami takut hujan akan tiba dan menyulitkan jalan kami untuk pulang karena pasti sungai yang kami lewati tadi akam meluap. tapi kami akan kembali ketempat ini lagi disaat musim kemarau dan akan berkemah disini tepat didekat curug Sanghyang Heuleut. berikut ini kami berikan foto-foto disaat musim kemarau yang kami dapatkan dari Guide (Bpk. Indra Lesaman, FB @indra kayaker) kami.








Oke semoga bisa menjadi referensi untuk teman-teman yang akan berkunjung ke Curug Sanghyang Heuleut, persiapkan kondisi badan Anda sebelum kemari, persiapkan perbekalan terutama air minum yang cukup, dan pastinya jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Semangat jalan-jalan

Related Posts: