Tempat wisata di Sukabumi yang wajib dikunjungi

Kabupaten Sukabumi telah menjadi salah satu icon pariwisata di Indonesia, banyak tempat wisata yang bisa Anda jumpai disana, dengan pemandangan alam yang eksotis ditambah aneka ragam kegiatan yang bisa dilakukan pada saat wisata membuat banyak wisatawan asing maupun lokal betah berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, bahkan setiap liburan tiba selalu penuh sesak dengan wisatawan. berikut ini tempat-tempat wisata  yang ada di Kabupaten Sukabumi  yang wajib Anda kunjungi:
1. Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng berlokasi di Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 KM dari Jakarta atau 230 Km dari Kota Bandung. Waktu yang tempuhnya sekitar 6-7 jam perjalanan bermobil.

 tipikal pantai yang sama dengan pantai sayang heulang garut dimana air laut tidak langsung menyentuh bibir pantai tapi dibatasi dengan rumput laut, gangang hijau dan batuan karang yang tertinggal setelah air laut surut dipagi hari. Air laut yang bersih ombak yang tenang sehingga sangat aman jika kita ingin berenang apalagi untuk anak-anak. banyak spot untuk berfoto dan selfie, yang jelas anda tidak akan bosan dipantai ini selain harga penginapan masih terjangkau dan juga makananannya pantai ini menawarkan tempat-tempat wisata lain yang menarik untuk dikunjungi.




  

Setelah puas menikmati keindahan dari pantai ujung genteng, tak jauh dari pantai tersebut kurang lebih 2 - 3 Km kita bisa berkunjung ketempat penangkaran penyu, masih berdekatan dengan pantai ujung genteng, kita bisa ambil rute menuju penagkarang penyu dengan mengambil jalan dalam menelusuri pinggiran pantai melewati tempat-tempat penginapan, setelah kita melihat tulisan "TURTLE BEACH HOTEL" kita belok kiri dan ikuti jalan itu terus sampai menemukan masjid besar kita kembali belok kiri, memasuki perkampungan warga dan juga persawahan apabila kita menemukan perempatan maka kita ambil jalan yang kekanan lurus terus jangan belok mentok kita akan sampai ketempat penangkaran penyu.

Ditempat ini kita bisa melihat bagaimana penyu dikembang biakan agar terhindar dari kepunahan, kita bisa melihat tempat pengeraman telur penyu dan juga bayi-bayi penyu yang baru menetas, pada saat kami kesana kebetulan pas sekali bayi-bayi penyu baru menetas sehingga kami bisa mengabadikannya sambil memegangnya.








Pantai muara tempatnya terpencil tanpa papan petunjuk kalau dari pantai ujung genteng kurang lebih 2-3 km arah kembali pulang ke bandung, lihat kanan jalan, jika melihat ada gapura dan pos keamanan yang sudah tidak terurus maka kita tinggal masuk kedalamnya.

Pantai ini punya keunikan yang khas selain karena merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut sehingga terdapat perubahan warna airnya juga pantai ini berdekatan dengan vila pribadi yang tidak terurus.
 
Untuk dapat mengabadikan foto atau berselfie ria dipantai ini kita harus turun kebawah menuju batu karang dimana biasanya digunakan orang sekitar untuk memancing ikan, dari batu karang ini kita bisa mendapatkan spot foto yang bagus, dan harus diingat hati-hati saat turun kebawah karena tangganya licin
.




4. Curug Cikaso

Curug Cikaso sendiri terletak di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kec. Surade, Kab. Sukabumi Propinsi  Jawa Barat. Berjarak tempuh sekitar 8 kilometer dari Surade, 15 kilometer dari Jampang Kulon, 30 kilometer dari Ujunggenteng, dan sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi. Atau +/- 70 km dari Palabuhanratu. Umumnya rute perjalanan menuju Curug Cikaso diawali dari kota kecil Surade yang memakan waktu tempuh sekitar setengah jam (berjarak tempuh sekitar 8 km) dengan kendaraan roda dua atau empat hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso dengan kondisi jalan yang berliku dan beraspal baik.

Curug Cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Tapi oleh kebanyakan orang, curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso.  Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna airnya hijau kebiru-biruan.  Kedua titik air terjun dapat terlihat dengan jelas sedangkan yang satu agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur.  Masing-masing air terjun mempunyai nama masing. Yang kiri bernama Curug Asepan, tengah bernama Curug Meong dan kanan bernama Curug Aki.  Ketiga curug ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar tebingnya sekitar 100 m. dan hati hati disini kita tidak diijinkan untuk berenang karena kedalaman air mencapai 40m.

Berkunjung ke Curug Cikaso sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bias sinar matahari yang baru terbit akan tercipta dengan jelas dari butir-butir halus cipratan air terjun. pas sekali bagi yang hobi fotografi dan selfie.






5. Curug Luhur Cigangsa

Curug LuhurCigangsa Berjarak sekitar 110 Km kearah selatan kota Sukabumi atau 1 km dari kecamatan Surade. Jika dari Curug Cikaso hanya sekitar 10 km dengan memakan waktu sekitar kurang lebih 30 menit berjalan kaki. Untuk mencapai lokasi ini cukup sulit karena harus melewati jalan setapak yang jalanannya cukup menantang dan menyebrangi sungai yang airnya cukup deras.

Curug Luhur Cigangsa merupakan obyek wisata yang mempunyai nilai sejarah dan berada di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Sungai Cigangsa merupakan aliran sungai hanyutnya Nyi Putri Suradewi yang merupakan putri dari Rd. Jagabaya yang menjadi Bupati Galuh Imbanagara dari tahun 1732 – 1751 Masehi. Nyi Putri Suradewi adalah adik dari Rd. Suranangga atau di daerah Surade lebih dikenal dengan nama Eyang Wirasantri Dalem Cigangsa. Beliau adalah tokoh pendiri Surade.

Jika pada musim kemarau air yang terdapat di curug Luhur Cigangsa tidak terlalu deras sehingga Anda bisa berada ditengah-tengan curug dan dapat melakukan pengambilan gambar yang ciamik, akan tetapi jika musim hujan tiba maka aliran air luar biasa deras dan disitulah saat yang tepat untuk menikmati keindahan curug Luhur Cigangsa, akan tetapi Sangat disarankan untuk berhati hati saat mendekati curug disaat musim penghujan.




Sekian info mengenai tempat wisata yang terdapat di kab. Sukabumi, semoga bisa menjadi refrensi untuk Anda yang ingin berkunjung kesana, selamat jalan-jalan dan selalu ingat jagalah kebersihan dimanapun Anda berada, Tuhan memberkati

 

Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju kolam ikan dewa Cigugur - Kuningan

Kolam ikan dewa terletak di Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, Jawa Barat, indonesia, lokasinya tidak terlalu jauh dari Gua maria Sawer Rahmat kurang lebih 15 menit, dan merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kab. Kuningan.



Rute untuk mencapai Kolam ikan dewa :

Dari Jakarta:

Jakarta - Cirebon - Kuningan, sebelum masuk kota Kuningan, di terminal Cirendang belok kanan menuju Cigugur - lalu menuju Kolam ikan Dewa (sebelah kiri jalan utama)

Dari Bandung:

Bandung - Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon. Sebelum masuk kota Kuningan (sesudah Waduk Darma) atau di Cigadung belok ke kiri melewati Cigugur - lalu menuju Kolam ikan Dewa (sebelah kiri jalan utama)

Biaya yang diperlukan untuk masuk kedalam kolam ikan dewa ini adalah Rp. 11.000/orang, didalam kita dapat menikmatai pemandangan kolam beserta ikannya dan juga kita bisa menggelar tikar didalam sambil menikmati bekal yang kita bawa dari rumah, jika Anda tidak membawa bekal jangan kuatir disana juga terdapat warung jajanan yang buka, jika anda lelah anda juga bisa relaksasi dengan merendam kaki anda didalam kolam dan rasakan sensasi dimana ikan akan memakan kulit mati anda. dan disana kita juga bisa berenang bersama dengan ikan, itupun kalau Anda berani.

Related Posts:

Kolam Ikan Dewa Cigugur - Kuningan

Kolam ikan dewa terletak di Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, Jawa Barat, indonesia, lokasinya tidak terlalu jauh dari Gua maria Sawer Rahmat kurang lebih 15 menit, dan merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kab. Kuningan. dari namanya saja kita sudah bisa memahami pasti ada mitos yang terdapat didalamnya ya memang benar sekali banyak mitos yang berkembang dimasyarakat bagaimana kolam ikan dewa ini tercipta dan bagaimana ikan-ikan ini bisa hidup didalamnya.


Mitos pertama yang saya dengan dari nara sumber asli orang sana yaitu Bpk. Dedi yang tak lain adalah teman dan tetangga saya di komplek perumahan, mitos ini cukup berkembang luas dimasyarakat dimana konon pada zaman dahulu hiduplah seseorang yang sangat bersih dan juga suci bernama Ki Gede Padara, saking suci dan bersihnya Ki Gede Padara sampai-sampai tubuhnya bisa tidak terlihat atau tembus pandang, dan berita ini sampailah ketelinga Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati, dan beliau hendak mengajarkan agama islam kepada Ki Gede Padara dan hendak mengislamkan beliau, ketika mereka berdua bertemu, pada akhirnya Ki Gede Padara setuju untuk memeluk agama islam dan oleh Sunan Gunung Jati beliau diperintahkan untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat, pada saat mengucapkan kalimat syahadat yang pertama beliau yaitu Ki Gede Padara lenyap atau mukso atau kata lainnya kembali kepencipta sehingga makin kagumlah Sunan Gunung Jati dan akhirnya beliau memutuskan untuk sholat ditempat tersebut, karena beliau tidak dapat menemukan air untuk wudhu maka tiba-tiba munculah air dari tempat dimana Ki Gede Padara menghilang, maka setelah itu dari mata air yang mucul di tempat di mana Ki Gede Padara Menghilang terbentuklah kolam ikan dewa ini.

Mitos yang kedua mengenai ikan yang berada disana, konon waktu zaman dahulu Sunan Kali Jaga pernah berkunjung ke kolam ikan dewa ini dan memakan salah satu dari ikan yang terdapat disana, setelah beliau selesai memakan ikan tersebut, beliau membuang ikan yang tinggal kepala dan juga durinya kembali kedalam kolam ikan dewa ini dan alangkah ajaibnya ikan tersebut kembali hidup walaupun dalam bentuk tulang, dan juga mitos yang masih berkembang sampai saat ini ada satu atau beberapa orang yang benar-benar bersih hatinya dapat melihat ikan tersebut berenang di kolam ikan dewa ini.

Mitos yang ketiga mengenai ikan dewa menurut kepercayaan orang disana bahwa ikan dewa yang hidup didalam kolam ikan dewa cigugur ini hidup di tiga tempat yang berbeda yaitu di Waduk Darma, lalu balong Cigugur ( kolam ikan dewa itu sendiri), dan juga di Cibulan. Konon ketika salah satu dari ketiga tempat itu dibersihkan atau dikuras airnya, maka disalah satu tempat ikan tersebut dikuras semua ikan tersebut akan hilang dan semu semua ikan tersebut akan pindah menuju kedua tempat lainnya. Semisal jika di Waduk Darma airnya sedang dibersihkan dan dikuras maka ikan-ikan tersebut akan pindah menuju Balong Cigugur atau Cibulan. 


Ikan Dewa merupakan merupakan salah satu spesies unik dan penting yang hidup di balong Cigugur, ikan ini di Jawa Barat memiliki nama lokal ikan kancra bodas yang memiliki nama latin Labebobarbus douronensis, yang merupakan ikan air tawar endemik yang hanya hidup di wilayah Kabupaten Kuningan. Secara umum ikan dewa ini memiliki gambaran morfologi yang mirip dengan ikan mas. Karakter unik yang dimiliki oleh genus Labebobardus adalah keberadaan dan ukuran cuping pada bibir bawah. Menurut Kottelat et al (1993) menegaskan bahwa ikan marga Labebobarbus pada umumnya merupakan jenis ikan yang terancam punah karena kerusakan hutan dan penangkapan yang berlebihan. Adanya penebangan hutan yang tak terkendali menyebabkan penurunan debit mata air dengan begitu juga terjadilah penurunan debit mata air yang terdapat pada tempat dimana biasanya ikan dewa ini tinggal. oleh karena itu banyak mitos yang beredar didalamnya dengan tujuan untuk melestarikan keberadaan habitat ikan dewa itu sendiri, dan semua mitos yang berkembang merupakan suatu kearifan lokal untuk memelihara kelestarian alam dan juga menjaga agar ikan dewa ini tidak punah.

Rute untuk mencapai Kolam ikan dewa :

Dari Jakarta:

Jakarta - Cirebon - Kuningan, sebelum masuk kota Kuningan, di terminal Cirendang belok kanan menuju Cigugur - lalu menuju Kolam ikan Dewa (sebelah kiri jalan utama)

Dari Bandung:

Bandung - Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon. Sebelum masuk kota Kuningan (sesudah Waduk Darma) atau di Cigadung belok ke kiri melewati Cigugur - lalu menuju Kolam ikan Dewa (sebelah kiri jalan utama)

Biaya yang diperlukan untuk masuk kedalam kolam ikan dewa ini adalah Rp. 11.000/orang, didalam kita dapat menikmatai pemandangan kolam beserta ikannya dan juga kita bisa menggelar tikar didalam sambil menikmati bekal yang kita bawa dari rumah, jika Anda tidak membawa bekal jangan kuatir disana juga terdapat warung jajanan yang buka, jika anda lelah anda juga bisa relaksasi dengan merendam kaki anda didalam kolam dan rasakan sensasi dimana ikan akan memakan kulit mati anda. dan disana kita juga bisa berenang bersama dengan ikan, itupun kalau Anda berani.







 
Seperti pada umumnya ketika suatu tempat wisata telah banyak dikunjungi wisatawan, apalagi wisatawan dalam negri tidak dapat dipungkiri masih banyak yang belum sadar akan artinya kebersihan, sepertinya susah sekali untuk membuang sampah pada tempatnya. dan juga pengelolaan tempat wisata ini harusnya bisa lebih baik agar kedepan semakin banyak orang yang mau datang berkunjung untuk mengetahu sejarah dan legenda dari ikan dewa itu sendiri, mudah mudahan kedepan pemerintah mau memperbaiki semua fasilitas yang ada seperti memperbanyak tempat sampah, membuat toilet yang layak, dan tempat yang terpisah antara wisatawan dan juga ikan supaya kelangsungan hidup ikan dewa bisa terus terawat, takut saja kalau nantinya ikan dewa mengkonsusmsi makanan yang kurang cocok dari pengunjung, dan juga kalu bisa pemerintah memberikan tulisan-tulisan mengenai detail sejarah tempat tersebut dan tulisan mengenai ikan dewa dan juga pelestariannya agar generasi muda yang datang paham dan mau untuk mengelola tempat tersebut dengan baik. 

Jangan lupa jika Anda berkunjung ke kolam ikan dewa cigugur sempatkan diri Anda untuk membeli oleh oleh khas daerah sana seperti peyeum (tape ketan) yang ditaruh didalam ember, kedempling, minuman yng terbuat dari jeruk nipis, dan juga yogurt Si Bungsu, setiap saya ke cigugur saya pasti akan mampir ke toko Ibu Murnah yang merupakan pelopor tape ketan disana, terletak di Dusun Puhun, Desa Cigugur, RT16/RW VI, No. 812








Semoga bisa membantu teman-teman yang ingin berkunjung ke kolam ikan dewa cigugur, dan jangan lupa jagalah kebersihan selalu, buanglah sampah pada tempatnya, Tuhan memberkati


Related Posts:

Rute dan Transportasi menuju Gua Maria Sawer Rahmat

Gua Maria Sawer Rahmat terletak di desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, Jawa Barat, indonesia terletak di lereng sebelah timur kaki Gunung Ciremai pada ketinggian kurang lebih 700 m diatas permukaan laut, Koordinat GPS : S6°56'57.9" E108°26'43.2" Akses jalan : S6°56'51" E108°26'47.5".



Rute untuk mencapai Gua Maria Sawer Rahmat :

Dari Jakarta:

Jakarta - Cirebon - Kuningan, sebelum masuk kota Kuningan, di terminal Cirendang belok kanan menuju Cigugur (3 km) dari Cigugur naik ke Cisantana 

Dari Bandung:

Bandung - Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon. Sebelum masuk kota Kuningan (sesudah Waduk Darma) atau di Cigadung belok ke kiri melewati Cigugur kemudian naik ke Cisantana.

Untuk informasi mengenai penginapan, konsumsi, dan juga jadwal misa dapat menghubungi Hubungi WKRI Cisantana atas nama Ibu Gunawan (0233) 875234 (mudah-mudahan belum ada perubahan) atau bisa langsung menghubungi Gereja Katolik Kristus Raja- Paroki Cigugur, Kuningan: Alamat; Jl. Rumah Sakit 7, Cigugur, Kuningan 45552 Telp: (0232) 873210


Related Posts: