Menikmati wisata air di Kab.Pangandaran beserta keindahan pantainya


Terik matahari menyengat mengalahkan sejuknya udara air conditioner di dalam mobil. Perjalanan kali ini terasa berbeda karena masih dalam suasana puasa. Pangandaran adalah tujuan kami. Beberapa destinasi wahana di pangandaran dan sekitarnya sudah kami catat.



Kami memulai perjalanan dari Bekasi hari Jumat, 10 Juli 2015 pada pukul 12.00 dan tiba di penginapan daerah cukang taneuh Sabtu, 11 Juli 2015 pada pukul 00.30.

Perjalanan memang panjang dengan jarak tempuh sekitar 338 km kami tempuh dengan santai dengan kelajuan mobil yang standart. Kami melewati tol Jakarta – Cikampek dilanjutkan tol Cipularang kemudian lewat jalur Nagrek lalu Tasikmalaya kemudian sampailah di kabupaten Pangandaran.  

Pangandaran merupakan obyek wisata andalan kabupaten Pangandaran (pemekaran kabupaten Ciamis). Kabupaten Pangandaran terletak di provinsi Jawa Barat dengan ibukotanya adalah Parigi. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ciamis (sebelah utara), Samudra Hindia ( sebelah selatan), Kabupaten Tasikmalaya ( sebelah barat), dan Kabupaten Cilacap ( sebelah timur).  

Cukang Taneuh (Green Canyon)
Setibanya di cukangtaneuh, kami mencari penginapan yang dekat dengan wahana green canyon atau cukang taneuh. Kami dapat penginapan dengan tarif per malam per kamarnya Rp 350.000,-  

Sabtu pagi harinya pukul 08.00 kami memulai perjalanan kami ke Green Canyon yang kami tempuh dengan berjalan kaki sejauh 300 meter saja dari hotel. Dekat sekali memang sehingga setelah kami selesai main air, kami bisa langsung kembali ke hotel dan bersih-bersih diri.  

Tiba di Green Canyonkami disambut beberapa pemandu yang langsung menawarkan fasilitas apa saja yang ada di lokasi wisata Green Canyon atau Cukang Taneuh itu. Ada beberapa fasilitas atau paket wisata yang ditawarkan dengan harga yang terbilang cukup tinggi untuk wisatawan domestic. Kami cukup lama berpikir dan menghitung dan memilih fasilitas apa saja yang kami inginkan. Akhirnya kami pilih untuk paket menggunakan perahu menuju ke air terjun Putri. Perahu dapat diisi oleh 6 orang penumpang dengan harga Rp 150.000,-









Setelah sampai di batas sungai, kami yang sudah dilengkapi pelampung turun dari perahu dan berenang menyusuri sungai dengan banyak bebatuan di dasarnya dan menuju air terjun Putri. Karena perlu tambahan waktu untuk kami berenang menyusuri sungai menuju air terjun Putri itu, kami pun perlu menambah biaya sebesar Rp 300.000,- sampai kami selesai berpetualang di sungai dan air terjun Putri itu.

Pemandangan yang sangat-sangat indah kami dapatkan disana. Mulai dari naik perahu kami bisa melihat sungai dengan gradasi warna hijaunya dan tebing-tebing di pinggir sungai yang dihiasi lumut hijau yang cantik. Turun dari perahu, kami merasakan sensasi body rafting yang heroik dengan berenang menyusuri sungai berbatu dan berkarang. Pemandangan sekitar sungai yang masih alami dengan dominasi warna hijau. Aliran sungai tenang membuat kulit nyaman bersentuhan dengan air alamnya yang dingin menyegarkan. Paduan yang mengesankan. Air terjun Putri yang rendah dan indah menjatuhkan gemericik air mengalir ke sungai. Pemandangan yang tidak mungkin kami lewatkan untuk difoto. Berfoto dengan latar belakang alam yang masih alami sangatlah indah. Beruntung sekali karena kebersihan pun terjaga baik. Sampah plastic tidak kami temukan disana.  

Setelah selesai berenang menyusuri sungai dan sampai air terjun Putri kami foto-foto sebentar untuk mengabadikan moment yang indah itu. Sepanjang sungai pun kami berfoto. Senang rasanya berfoto di alam, sungguh sangat menggambarkan keagungan Tuhan.Dua jam kami berinteraksi dengan alam Green Canyon dan akhirnya kembali ke hotel untuk bersih-bersih diri yang bersiap check out dan menuju destinasi selanjutnya, Batu Hiu.  

Batu Hiu
Dua puluh menit kemudian sampailah kami di Batu Hiu. Jarak yang kami tempuh kurang lebih 13 km dari Cukang Taneuh. Kami melewati tempat pembayaran untuk memasuki kawasan Batu Hiu. Untuk mobil biasa, kami membayar sebesar Rp 36.000,-  

Batu Hiu berada di dekat pantai pasir putih tetapi banyak karang dan berombak cukup besar. Tidak disarankan untuk berenang disana. Kami hanya menaiki tangga menuju tebing yang agak tinggi. Dari tebing itu kami dapat melihat pemandangan laut biru dengan pasir putih berkarang banyak dan berombak besar. Tebing tempat kami melihat pemandangan dibuat seperti taman yang berumput hijau dengan jalan setapak yang disemen, terdapat gasibu-gasibu untuk duduk-duduk berkumpul bersama keluarga ataupun teman-teman. Dari tebing itu, tersaji pemandangan langit biru cerah berpadu gradasi biru laut dan pasir putih dengan hitamnya karang. Sebuah batu karang berbentuk hiu tegak menjulang dipinggir pantai agak ketengah laut. Di tebing bertaman itu cukup ramai dikunjungi wisatawan dan sayangnya masih banyak sampah plastic berserakan di sekitar taman.  



 
 
Sekitar 1 jam kami menikmati pemandangan indah Batu Hiu dan kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Destinasi kami selanjutnya adalah Citumang yang menawarkan sensasi body rafting yang menyenangkan.  

Citumang
Jarak dari Batu Hiu ke Citumang tidak terlalu jauh sekitar 6,4 km yang kami tempuh dengan waktu 15 menit. Masuk melalui jalan bergang yang agak sempit sejauh kurang lebih 2 km. Kami parkir dipinggir saluran irigasi dan langsung disambut pemandu-pemandu yang menawarkan fasilitas Citumang. Akhirnya kami dipandu oleh 2 orang pemandu. Untuk memasuki kawasan Citumang dan mendapatkan fasilitas body rafting, kami membayar Rp 75.000,- per orang.  

Sebelumnya kami mempersiapkan diri menggunakan pelampung kemudian kami berjalan sejauh 500 meter menuju titik awal telusur sungai Citumang. Kami berfoto dulu di depan pintu masuk menuju sungai Citumang. 


Awal kami masuk sungai, kami dituntun memasuki gua yang pendek tetapi dalam. Tidak lama kami berenang dalam gua kemudian kembali ke posisi awal. Lalu lanjut telusur sungai yang berbatu karang.

Pemandangan yang disajikan sangatlah luar biasa. Air yang jernih masih memiliki gradasi warna hijau berpadu dengan alam hutan pinggir sungai yang memiliki pohon besar berdaun lebat berwarna hijau kuning. Beberapa daun kering jatuh ke sungai membuat sungai menjadi lebih alami. Ikan-ikan kecil berenang bersama kami mengelilingi kaki kami.  

Kami berenang mengikuti aliran arus sungai yang tenang dan lembut. Benturan halus dengan karang seakan mendapatkan pijat refleksi di tubuh. Berenang telentang dengan menutup mata hanya mendengar suara aliran air dan kicau burung. Ketika sejenak membuka mata, sinar matahari menyambut disela-sela dedaunan hutan, sedikit menyilaukan mata tetapi menentramkan hati. Udara sejuk dan segar dapat kami hirup tidak ada habisnya. Sungguh kuasa Tuhan yang dahsyat memberikan alam seperti itu.  

Dua jam kami menikmati pemandangan dengan menelusuri sungai Citumang. Setelah itu kami bersih-bersih diri di kamar mandi umum disana. Cukup bersih dengan air sejuk yang berlimpah.  


 




Selesai petualangan kami di Citumang, kami berangkat ke pantai Pangandaran sejauh kurang lebih 16 km dengan waktu tempuh 30 menit.  

Pantai Pangandaran
Tiba di Pangandaransudah sore dan kami langsung mencari penginapan. Kami mendapat penginapan berupa 1 rumah dengan ruang tamu, dapur, 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi dengan harga per malam Rp 400.000,-

Sebentar kami beristirahat sambil mengobrol dengan pemilik penginapan. Menjelang gelap kami menuju kawasan pantai timur untuk makan malam dan membeli oleh-oleh khas Pangandaran. Saat kami membeli oleh-oleh di salah satu took yang menjual terasi dan macam-macam ikan asin, kami melihat banyak sekali kawanan rusa yang mencari makan. Rusa-rusa itu dari cagar alam yang letaknya diujung pantai barat dan pantai timur. Kami jadi penasaran ada apa di cagar alam itu.





Esoknya, Minggu, 12 Juli 2015 pukul 08.00 kami memulai perjalanan kami lagi disekitar pantaiPangandaran sekalian check out dari penginapan. Kami menuju parkiran yang berada di dekat cagar alam. Sampai di parkiran, beberapa orang pemandu menghampiri kami menawarkan perahu untuk mengantar kami ke pulau pasir putih dan mengelilingi pulau pasir putih itu  

mau lebih tau tentang pantai pangandaran silahkan buka link berikut ini 









Ok teman-teman semoga bisa menjadi refrensi jalan jalan kalian yang ingin ke pangandaran, ingat tetap jaga kebersihan buang sampah pada tempatnya dan kalau tidak ada tempat sampah maka simpan sampahnya dan buang setelah menemukan tempat sampah, Tuhan memberkati

Related Posts:

0 Response to "Menikmati wisata air di Kab.Pangandaran beserta keindahan pantainya"

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan bertanya mengenai perjalanan kami, dengan senang hati kami akan menjelaskannya kepada Anda